Selasa, 17 Juni 2008

MASALAH PENELITIAN

MASALAH PENELITIAN

A Pengertian dan Sumber Masalah
Langkah pertama yang harus dilalui oleh seorang peneliti dalam proses penelitiannya adalah penentuan masalah. Secara umum masalah dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang memerlukan pembahasan, pemecahan, informasi atau keputusan. Dalam bidang penelitian secara teknis masalah menyiratkan adanya kemungkinan dilakukan suatu penyelidikan empiris, yakni pengumpulan dan analisis data (McMillan & Schumacher, 1989). Masalah penelitian perlu dinyatakan dengan jelas karena melalui pernyataan tersebut peneliti berusaha mengkomunikasikan kepada pihak lain tentang focus dan pentingnya masalah, konteks dan skop pendidikan, serta kerangka kerja, laporan penelitiannya.
Dalam penelitian, masalah yang focus harus dinyatakan secara formal untuk menunjukkan perlunya dilakukan penyelidikan secara empiris. Pada umumnya masalah penelitian pada mulanya diidentifikasi melalui topik yang masih umum. Setelah melakukan penelaahan kepustkaan yang berkenaan dengan topik tersebut kemudian peneliti lebih memfokuskan topik tersebut sehingga menjadi masalah penelitian yang lebih spesifik. Baik dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif, masalah dapat diperoleh dari berbagai sumber. James H. McMillan dan Sally Schumacher (1989) mengemukakan bahwa di antara sumber-sumber yang dapat dijadikan acuan untuk mengidentifikasi masalah penelitian adalah observasi, deduksi dari teori, ulasan kepustakaan, masalah social yang sedang terjadi, situasi praktis, dan pengalaman pribadi.

B Kriteria Pemilihan Masalah
Dalam memilih masalah yang akan diperoleh dari sumbernya, peneliti hendaknya menimbang bebarapa factor sebagai criteria pemilihan, baik yang sifatnya eksternal maupun personal (good, 1969). Eksternal berkenaan dengan, misalnya masalah yang sedang hangat dan penting bagi bidang penelitian, tersedianya data, metode, maupun kerja sama instusional dan administrstif. Sedangkan criteria personal berkenaan dengan beberapa pertimbangan, seperti interes, latihan, biaya, dan waktu.

C Perumusan masalah
Topik penelitianmasih bersifat umum dan belum memberikan petunjuk praktis untuk menentukan langkah-langkah penelitian yang harus dilakukan, seperti mengidentifikasi subjek, variable, dan analisis. Sebagai pegangan untuk menentukan langkah-langkah tersebut, prosedur pertama yang harus ditempuh adalah mengubah topik yang masih umum tersebut ke dalam pernytaan rumusan masalah yang lebih terfokus sehingga dapat memberikan petunjuk untuk mengidentifikasikan langkah-langkah tersebut.
Seorang peneliti, misalnya, tertarik untuk mengetahui fariasi konsep diri dan kemungkinan pengaruhnya terhadap prestasi akademik. Dari topik ini peneliti merumuskan masalah dengan mengajukan pertanyaan “adakah konsep diri (variable bebas) siswa SMA (subyek) berpengaruh terhadap prestasi akademiknya (variable terikat)?” pertanyaan ini telah difokuskan sehingga populasi dan kedua variabelnya dapat diidentifikasikan dan logikanya jelas. Dengan pernyataan rumusan masalah ini, peneliti lebih mudah menentukan langka-langkah selanjutnya.

Penegrtian, Fungsi Serta Kegunaan Penelitian dalam Konteks Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Penegrtian, Fungsi Serta Kegunaan Penelitian dalam Konteks Pengembangan Ilmu Pengetahuan

A Pengertian
Penelitian secara sederhana diartikan dengan suatu penyelidikan yang dijalankan dengan bantuan prosedur-prosedur terstandar untuk mendapat informasi yang akan menambah khazanah pengetahuan. Dalam mendefinisikan penelitian, para ilmuan memiliki perspektif yang berbeda. Di antaranya berpendapat bahwa penelitian adalah alat fisik maupun mentalyang dipakai dalam usaha memecahkan persoalanpersoalan yang timbul. Menerut Nasution (1992), penelitian diartikan sebagai kegiatan untuk menemukan pengetahuan baru, upaya untuk menemukan harus dilakukan dengan cara-cara yang dikenala sebagai metodologi penelitian.
B Fungsi
Penelitian berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu berfungsi sebagai teori yang menjawab pertanyaan tertentu dalam suatu disiplin ilmu, kedua sebagai penerapan dan pangembangan pengetahuan yang didasarkan pada penelitian dalam bidang prkatis tertentu, dan ketiga untuk mengukur manfaat dan nilai praktek dalam situasi tertentu.
C Kegunaan
Kegunaan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi tentang segala hal yang berhubungan dengan pendidikan. Kegunaan penelitian dibagi atas dua bagian, yaitu kegunaan teoritis dan kegunaan praktis. Kegunaan teoritis biasanya hasil penelitian ini diharaapkan dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan konsep-konsep atau teori-teori atau teori waskat dan disiplin kerja khususnya. Kegunaan praktis hasil penelitian hendaknya disebutkan secara tersurat berguna bagi siapa saja, misalnya berguna bagi responden ialah agar terjadi perubahan sikap karena responden merasa diperhatikan nisibnya.
D Ayata-ayat Al-Qur’an yang menganjurkan untuk meneliti
Al-Quran merupakan sumber ilmu pengetahuan bagi manusia yang di dalamnya terdapat lebih dari 700 ayat al-Quran yang menganjurkan manusia untuk meneliti.
Di antara ayat-ayat yang menceritakan tentang pentingnya penelitian, antara lain:
Surah al-Ghasyiah ayat 17-20 yang artinya:
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan onta bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?”